Meteorologi

Pengamatan Pilot balon (PIBAL)

Halo sobat..

bagaimana hari-hari karantinanya? semoga masih betah ya

Nah tulisan kali ini saya mau ngasih tau sobat sekalian tentang pengamatan Pilot Ballon (PIBAL), bisa nih untuk nambah wawasan atau recall pengetahuan sobat. Oke deh langsung aja ke materinya, selamat membaca ūüôā

pertama-tama pengamatan Pilot Balon (PIBAL) tidak ada hubungannya dengan pilot pesawat ya

Pengamatan Pilot Balon (PIBAL)

Pengamatan Pilot Balon (PIBAL) adalah pengamatan yang dilakukan untuk mengamati unsur cuaca udara atas. Tujuan dari pengamatan PIBAL secara umum yaitu untuk mengetahui arah dan kecepatan angin di lapisan udara atas.

Nah itu tadi pengertiannya sobat, selanjutnya saya mau kasih tau nih gimana cara melakukan Pengamatan PIBAL

Sebelum Melakukan pengamatan perlu sobat siapkan alat-alat berikut:

ALATPENJELASAN
Balot PIBALBerwarna Merah dengan ukuran 30-40 gram. Berwarna merah agar mudah diamati ketika berada di udara.
StopwatchAlat ini digunakan untuk menentukan interval waktu pengamatan. Balon PIBAL dicatat tiap 1 menit
TheodoliteAlat ini mirip dengan teropong dan digunakan untuk mengamati balon setelah dilepaskan ke udara. pada theodolite telah tertera Azimuth dan Elevasi yang akan dicatat oleh observer tiap menitnya 
Alat TulisBerupa pena dan kertas digunakan untuk mencatat pergerakan balon setiap menitnya

TATA CARA PENGAMATAN PIBAL

Melengkapi data

Tahap pertama yaitu mengisi formulir pengamatan sesuai yang diperlukan seperti:

  • Nama dan nomor stasiun
  • Tinggi stasiun dari MSL
  • Tanggal dan jam pengamatan
  • Nomor pengamatan 
Menyiapkan Theodolite Optic
Theodolite Optic
Theodolite PIBAL
Theodolite Optic
  • Periksalah apakah kedudukan theodolite rata. Hal ini dapat dilihat dari waterpas yang terdapat pada theodolite.
  •  Periksalah titik referensi terhadap True North, Azimuth Ox pada piringan Azimuth harus menunjukkan ke arah True North.
  • Apakah putaran piringan azimuth dan elevasinya lancer, dan apakah lensa theodolite bersih serta penyetelan fokus dapat bekerja dengan baik.
Menyiapakan Balon
  • Pilihlah balon yang baik dan cocok ukurannya untuk yang kecepatan naiknya 500 ft/menit, yaitu balon dengan sspesifikasi berikut : Beratnya 30 gram, Panjang leher minimal 3 cm, Ukuran mulut balon sesuai ukuran pentil, Kulit balon halus, rata dan tidak bocor atau rusak.
  • Pentil (filler) PIBAL beratnya 50-53 gram. Untuk pengamatan dimalam hari ditambah 10-15 gram sesuai dengan berat lampion.
  • Pasanglah filler pada mulut balon dengan hati-hati agar tidak robek.
Mengisi Balon Dengan Gas Hidrogen (H2)
  • Periksalah apakah tidak ada api di sekeliling dekat balon.
  • Periksalah apakah tidak ada benda-benda runcing di sekeliling dekat tempat pengisian balon.
  • Periksalah apakah tidak ada kebocoran gas melalui selang, tutup silinder gas, sambungan gas dengan nipple, dan kran penyalur gas.
  • Hubungan slang dari tabung gas dengan ujung filler dengan rapat. Jika perlu diikat atau di klem.
  • Peganglah ujung slang yang dihubungkan dengan filler sehingga balon terletak diatas filler.
  • Bukalah kran gas perlahan-lahan sehingga gas keluar dari tabung dan masuk kedalam balon dengan halus, tidak tersendat-sendat. Jika sudah cukup, tutuplah kembali kran dengan rapat.
  • Lepaskan filler dari slang dan bawalah balon beserta filler yang telah terisi gas ketempat yang teduh dan tidak berangin dan timbanglah. Jika balon bersama filler kita lepaskan ke udara kemudian balon turun, berarti kurang gas. Maka tambahlah gas sehingga jika balon Bersama filler dilepas kembali dapat terapung-apung, berarti seimbang. Jika terlalu banyak gas, keluarkan sedikit demi sedikit dan timbanglah sehingga seimbang.
  • Jika sudah seimbang¬† lepaskan filler dari mulut balon dengan hati-hati. Jangan sampai¬† gas terbuang, dan ikatlah leher balon erat-erat.
  • Bawalah formulir, balon, tabel PIBAL dan stopwatch ke tempat theodolite.

Bersiap Melakukan Perhitungan

Jika sudah siap untuk pengamatan, hitunglah dulu berapa menit setelah balon diluncurkan kita mulai membaca baringan balon (azimuth dan elevasi balon), misalnya kita akan mulai membaca ketika balon sudah mencapai ketinggian 250 feet pada waktu 30 detik/0,5 menit

Misalnya jika tinggi stasiun = 0 meter dari MSL maka pembacaan ke-1 adalah pada 0.5 menit setelah balon diluncurkan. Jika tinggi stasiun 300 ft dari MSL maka pembacaan ke-1 dimulai pada saat balon mencapai ketinggian 750 ft, atau setelah  = 1,5 menit = 90 detik. Jadi pembacaan baringan balon kedua dilakukan setelah 90 detik balon diluncurkan.

Berikut adalah tabel untuk mempermudah menentukan titik awal pengamatan:

Pembacaan
Ke-
KetinggianMenit Ke-
1250 ft0.5
2750 ft1.5
31250 ft2.5
41750 ft3.5
dstdstdst
Peluncuran dan Tracking Balon

Tentukan jam berapa sobat akan mulai meluncurkan balon. Pengamatan udara atas dapat dimulai antara jam H-45 hingga H+15. H adalah jam pengamatan utama ( Main Observation Time).

Setelah balon diluncurkan mulailah saudara mengikuti balon dengan theodolite. Letakkan bayangan balon pada tengah-tengah lensa teropong di titik silang yang terdapat di dalam teropong.

Bacalah baringan balon pada menit-menit seperti tersebut pada 1. diatas dan catatlah azimuth dan elevasinya pada formulir pengamatan hingga persepuluhan derajat. Hal seperti ini dilakukan terus hingga balon pecah atau hilang.

Jika balon sudah hilang maka selesailah pengamatan. Rapikan theodolite seperti semula dan tutuplah serta kunci. Simpanlah kembali barang-barang yang telah dipakai pada saat pengamatan PIBAL. Pengamatan pun selesai.

Oke sobat mungkin itu dulu dari saya, Semoga bermanfaat

Similar Posts