Meteorologi | TulisanKu

Mengenal Pengamatan Udara Permukaan

Halo, selamat datang di Blog JendelaKosan….

Kali ini saya akan membahas mengenai Pengamatan Meteorologi Permukaan secara detail.

Sebelum ke pembahasan saya mau menyampaikan keresahan saya dulu hehe…

Tulisan ini sengaja saya buat untuk memaksa saya belajar mengenai materi ini. LOH KOK GITU???

Iya benar, saya memaksa diri saya belajar. Jadi materi ini adalah salah satu materi kuliah saya dengan nama mata kuliah Pengamatan Udara Atas 1. 

Selama masa self-quarantine, semua perkuliahan diadakan secara online, Namanya Kuliah Online. Tapi nyatanya hanya sekedar tugas online yang sangat buaanyakk. karena hanya menerima tugas jadi menurut saya proses memahami materi kurang efektif (terkadang tinggal minta dari teman dan tinggal ganti nama saja, bahkan belum pernah dibaca), maka dari itu tulisan ini saya buat untuk memaksa saya mempelajari materi ini sebelum di post di blog ini.

Yaa begitulah, jadi langsung saja ke pembahasan

Pengertian Pengamatan Meteorologi Permukaan

APA ITU PENGAMATAN METEOROLOGI PERMUKAAN?

Pengamatan meteorologi permukaan adalah pengamatan terhadap unsur-unsur cuaca yang dilakukan di dekat permukaan tanah baik dengan menggunakan panca indera maupun dengan menggunakan alat yang ditempatkan di dekat permukaan tanah.

Lalu unsur-unsur cuaca seperti apa yang amati? Unsur-unsur cuaca yang di amati yaitu seperti suhu udara, kelembapan udara, tekanan udara, curah hujan, angin, awan, cuaca, penglihatan mendatar, dan lain lain (Akan saya jelaskan dalam sub judul yang berbeda).

Nah seperti Pengertian diatas Pengamatan Meteorologi Permukaan dapat dilakukan dengan Panca Indra (Menggunakan mata) dan menggunakan alat. untuk mengetahui perbedaannya dapat dilihat pada tabel Berikut ini :

Pengamatan dengan panca IndraPengamatan Menggunakan Alat
Perawanan, keadaan cuaca, keadaan tanah, Penglihatan MendatarSemua pengamatan yang menggunakan peralatan di taman alat meteorologi seperti Suhu, Radiasi matahari, arah angin, penguapan, dll.

Pengamatan unsur-unsur cuaca yang menggunakan alat, hasilnya sangat ditentukan oleh ketelitian dalam membaca alat dan akurasi dari alat itu sendiri.

Pembacaan alat akan berhasil dengan baik bila dalam membaca alat mengikuti prosedur pembacaan yang benar hal ini untuk menghindari kesalahan parallax. Akurasi alat biasanya ditentukan oleh kondisi alat itu sendiri dan dimana alat itu ditempatkan. Alat yang kondisinya baik, sudah dikalibrasi dan ditempatkan pada tempat yang memenuhi persyaratan teknis untuk penempatan alat akan menghasilkan data yang akurat. Misalnya alat termometer yang sudah dikalibrasi, agar dapat menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan harus ditempatkan di dalam sangkar meteorologi dalam taman alat alat.

Perlu sobat ketahui bahwa semua pengamatan memiliki kelemahan. Oleh karenanya, setiap pengamatan selalu bersifat mendekati kebenaran, kesalahan-kesalahan dalam setiap pengamatan meteorologi diusahakan sekecil mungkin dengan mengusahakan kondisi alat tetap terjaga akurasinya, dalam pengoperasian alat atau dalam pembacaan alat menggunakan prosedur yang ditetapkan, serta menghindari gangguan-gangguan yang mempengaruhi hasil pengamatan.

Tujuan Pengamatan Meteorologi Permukaan

Tujuan pengamatan meteorologi permukaan adalah untuk memperoleh “bahan” informasi cuaca dan iklim (data meteorologi permukaan) yang lengkap dan teliti.

Tempat Pengamatan Meteorologi Permukaan

Yang dimaksud dengan tempat pengamatan adalah tempat untuk mengadakan pengamatan unsur-unsur meteorologi dan sekaligus melaporkan hasil pengamatan.

Tempat ini disebut: Stasiun Meteorologi

Stasiun meteorologi biasanya dibangun di tempat terbuka, jauh dari pepohonan atau /dan gedung/bangunan bangunan tinggi yang dapat mempengaruhi akurasi hasil pembacaan alat, dan dilengkapi dengan taman alat untuk menempatkan alat alat meteorologi.

Jaring-Jaring Pengamatan Meteorologi Permukaan

Yang dimaksud jaring-jaring pengamatan adalah jarak antara stasiun meteorologi satu dengan stasiun meteorologi lainnya yang berdekatan. Menurut World Meteorological Organization (WMO), jarak stasiun meteorologi yang satu dengan stasiun meteorologi lainnya sekitar 150 Km (ini adalah jarak idealnya, namun dalam prakteknya disesuaikan dengan kondisi dilapangan) 

Waktu Pengamatan Meteorologi Permukaan

Adapun waktu pengamatan meteorologi permukaan telah diatur dalam PERKA BMKG, yaitu:

  • Pengamatan standar pokok, yaitu jam: 00.00, 06.00, 12.00, dan 18.00 UTC.
  • Waktu Pengamatan standar penting, yaitu jam: 03.00, 09.00, 15.00, dan 21.00 UTC.
  • Waktu pengamatan lainnya, yaitu pengamatan yang dilakukan setiap jam (pengamatan meteorologi sinoptik umumnya dilakukan setiap jam secara terus menerus selama 24 jam).

Yang Melakukan Pengamatan Meteorologi Permukaan

Tidak sembarang orang loh sobat yang dapat melakukan pengamatan meteorologi, berdasarkan PERKA BMKG yang dapat melakukan pengamatan meteorologi ialah Pengamat Meteorologi (Observer meteorologi), yaitu orang yang diberi kuasa oleh Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika untuk melakukan pengamatan unsur-unsur meteorologi.

Tugas Pengamat meteorologi adalah

Tugas dari seorang pengamat meteorologi yaitu sebagai berikut:

  • Mengamati dan membuat laporan keadaan cuaca yang sebenarnya pada waktu pengamatan dan selalu mengawasi perkembangannya secara terus menerus serta tetap berada ditempat/ di stasiun selama dalam tugasnya.
  • Memelihara alat alat agar selalu dalam keadaan yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam tugasnya.
  • Mengganti pias-pias tepat pada waktunya (termasuk kalibrasi).
  • Menyandi/ membuat sandi-sandi berita-berita cuaca serta mengirimkannya.
  • Mengisi buku-buku serta daftar-daftar isian mengenai hasil kegiatan pengamatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Unsur-Unsur Meteorologi Permukaan Yang diamati

Unsur-unsur meteorologi permukaan yang diamati stasiun-stasiun meteorologi untuk keperluan sinoptik ialah:

  • Suhu udara
  • Kelembaban udara dan Titik embun
  • Awan
  • Cuaca
  • Penglihatan mendatar
  • Curah hujan
  • Penguapan
  •  Angin (arah dan kecepatan angin)
  • Tekanan udara
  •  Penyinaran matahari
  •  Keadaan tanah

Hasil pengamatan unsur-unsur meteorologi tersebut diatas selanjutnya dicatat kedalam buku Me-48, kemudian dibuatkan sandi synop dan pada waktu waktu yang ditentukan secara berjenjang, dikirimkan ke kantor pusat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika sebagai Nasional Collecting Centre di Jakarta.

Pengiriman data ke Nasional Collecting Center (NCC) adalah untuk pertukaran data secara nasional maupun internasional sehingga data tersebut dapat diolah dan dianalisis menjadi informasi meteorologi yang dibutuhkan untuk berbagai keperluan masyarakat, seperti: untuk menunjang keselamatan penerbangan, pelayaran, pertanian, perkebunan, perencanaan, pekerjaan umum, irigasi, pertahanan, dan sebagainya.

Apabila pengamatan terhadap unsur unsur meteorologi dilakukan dengan baik dan bertanggung jawab, diharapkan informasi meteorologi yang dihasilkan akan menjadi informasi meteorologi yang benar benar bermanfaat bagi masyarakat dan negara.

Pelaporan Hasil Pengamatan Meteorologi Permukaan

Pada waktu waktu yang telah ditetapkan yaitu pada waktu standar pokok, jam: 00.00, 06.00, 12.00, dan 18.00 UTC, dan waktu pengamatan standar penting, jam: 03.00, 09.00, 15.00, dan 21.00 UTC. Hasil pengamatan meteorologi permukaan dalam bentuk sandi synop segera dikirimkan ke Stasiun yang ditunjuk sebagai Sub Collecting Centre (SCC); kemudian pengiriman berita synop dilakukan secara berjenjang, yaitu SCC meneruskan berita ke Regional Collecting Centre (RCC) dan RCC meneruskannya ke National Collecting Centre (NCC) di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika – Jakarta.

Data meteorologi permukaan dalam bentuk sandi synop diterima NCC, selanjutnya disebarluaskan ke stasiun-stasiun meteorologi di dalam negeri, maupun untuk pertukaran data secara internasional dengan stasiun-stasiun meteorologi luar negeri, agar data tersebut dapat diolah dan dianalisis menjadi informasi meteorologi yang dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat luas.

Apabila SCC sulit dihubungi, berita synop tersebut dikirimkan melalui stasiun lain yang dapat berhubungan dengan SCC terdekat. Laporan hasil pengamatan meteorologi permukaan dalam bentuk sandi synop (berita synop), selambat-lambatnya 10 menit sejak selesainya pengamatan harus sudah dikirimkan ke Sub Collecting Centre.

Naah Jadi itulah sobat penjelasan saya mengenai Pengamatan Meteorologi Permukaan, Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita. 

Ohiya jadi ini adalah tulisan pertama saya walaupun sebenarnya sudah ada 1 tulisan sebelum ini (itu saya tulis karena diminta dan iseng aja saya upload), tapi tulisan ini berbeda dari yang sebelumnya, Ini adalah tulisan saya yang dalam proses penulisannya sangat saya nikmati. sekedar info aja sih hehe…

Terima Kasih sudah mampir dan membaca tulisan saya, silahkan tinggalkan komentar 🙂

Similar Posts